Nayla yang biasanya di Yugyo sana gak punya teman, di ponti ini lumayan gembira. Ia punya teman, tak lain sepupunya sendiri named Zharfan. Dulu2 sih karena masih kecil, mereka belum bisa berkomunikasi. Nah, sekarang mereka sudah bisa maen game bareng, terutama Arthur kelinci, juga maen kejar2an, dll. Seneng juga melihatnya…
di ponti kota khatulistiwa ini, bursa buah2an cukup rame. Hari selasa kemaren, setelah istirahat sebentar dari penat kapal Lawit, jalan2 bentar kunjungi seorang teman, di pinggir jalan banyak ditawarkan langsat. Wah! menggoda juga tuh. Kelihatan besar2. Berhenti sebentar di tepian, ada yang jual 4rb/kg. Tapi ternyata harga 4rb itu utk yang gugur *alias tdk petik di pohon*. yang panenan normal 5rb. Wah, ternyata harga langsat sudah tinggi, sebab stok sudah hampir habis, digantikan oleh rambutan dan mangga. Kupikir, langsat gugur gak apa2 lah, berarti kan masak pohon, dan lebih manis. Yang penting gak busuk saja. Dibelilah 2 kg, lalu dibawa pulang dicicipi orang2.
Malem2 datang orangtuanya ipar, dia bilang kalo makan langsat gugur harus hati2, sebab di dalamnya terkadang ada ulatnya. Wah! jadi makannya tdk jenak, periksa2 dll. hehe. Yo wis, besok2 ora beli lagi yang langsat gugur, meski lebih murah harganya. Maklum bos! orang jauh! bukan native, hehe…
maap bagi para penikmat DigDag, hampir seminggu ini offline ora ngisi postingan. Ternyata sebabnya adalah perjalanan ke ponti, yang kali ini cukup penuh perjuangan naek kapal laut. Berangkat from njogja jam enam pagi hari minggu, menuju semarang, dan minggu siang tsb kapal angkat sauh berlayar ke borneo barat. Ombak cukup tenang, penumpang tidak terlalu uyel2an, cuma ransum aja yang kurang menyenangkan. Malah bisa dibilang ransum di kapal Lawit kali ini mengenaskan sekali. Nasi yang cukup keras, sayur rebusan kol atau daun pepaya (pait!), sedikit kuah bening tanpa rasa, dan ikan pindang yang direbus semata. Atau, sekadar dadar *yang lebih banyak campuran terigunya, dan bumbunya ra jelas* dikasih saus pedas, tanpa sayur, itu saja!
Wah, nggak nyaman deh. Bahkan ada abk yang bilang, kalok ABK dikasi makan spt itu, bisa2 podho mogok kerja kabeh. *Mengapa koki2 tsb masak makanan yang mrk sendiri pun tdk mau memakannya?* [wondering...]
Anywai, Tapi para penumpang kapal, terutama yang ekonomi, adalah orang2 yang terbiasa berdamai dengan keadaan, sedahsyat apapun. Akhirnya perjalanan dan juga antri makan pun diselingi dengan guyon2 canda sesama pejalan, semuanya dijadikan ringan saja. yang penting sampai tujuan dengan sehat selamat. *Untuk itu, mereka sudah sediakan bekal mi instan, dll, semampunya*.
Kembali ke Me, setelah sampe di ponti selasa pagi, baru kali inilah bisa ngenet. Dan itu pun ra iso lama2 sebab jam sepuluh nanti mau rombongan nganter eyangnya Nayla ke bandara, langsung ke Batam, dan sehari kemudian ke Jeddah sana. Hope berjalan lancar semuanya….
Seperti yang disinggung dalam obrolan ini, saya berencana membuat tas kertas *seperti untuk promo-promo operator seluler atau vendor komputer*, but kali ini untuk teman istri saya. Oleh karena keperluannya untuk ultah anaknya, jadi jumlahnya tidak banyak, paling 50-an pcs. Nah, jumlah yang sedikit ini membikin repot dan mahal urusannya, sebab tidak bisa menggunakan mesin cetak besar macam oliver 52, shg biaya malah mahal. Kita hanya bisa menggunakan printer laser warna docucolor (di jogja misalnya di Ortindo, Intiscan, Uvindo, Fisindo, dan masih banyak lagi), yang per pcs-nya bisa kena cost 4000-5000 rupiah. Dengan ongkos finishing tas yang mencapai 1000rupiah, hasil akhir akan mencapai 6000 rupiah. Wah, cukup tinggi ya. Padahal anggaran si teman adalah maks 4000 per pcs (sebab dia bisa beli di toko 4500 per pcs, meski gambarnya tidak custom alias bikinan pabrik, gambar kartun misalnya).
Oks, mudah-mudahan order ini bisa terselenggara dengan baik…*oh ya, tersebab Me and Family mau ke pontianak besok pagi, terpaksa order ni dipercayakan pengerjaannya pada Maels, mudah2an ia tidak kebingungan, hehe…*
Ini kisah pagi tentang Pasar Ngipik di pojok jalan menuju Plered. Pagi2 sudah ramai pembeli, ketoe dagangannya banyak juga. Setelah nganter di depan pasar itu, Me nangkring di warnet Magnet, dan sebentar kemudian datanglah mywife. Katanya disana tidak jual ikan. Wah, berarti nge-netnya sidiluk ni…
pernah lihat buku itu, oh ternyata mau cetak ulang. Ada pesanan yang jumlahe tidak terlalu banyak, sekitar 150an. Sambil Me mengorektori paperplate yang tertitik-titik toner sowax, kami obrol2 ttg bbrp teman, katanya Hellmoa berhaji. Wah, beneran gak tu? Lalu tentang Anab aliyas Khoirul O yang sudah beredar lagi di bbrp rekan laelist. Oh ya, sebagai backup plan, Mael kuberitawaran mengurus printing mybook selama Me & Family di Tanah Khatulistiwa. Ia bilang mau obrol2 dulu, maybe ttg fee dll. Ya kusuruh ia mampir ke my new home…Ntar sore dia datang kali, mbuh….
Filed under: family
Nayla seneng banget kalo ikut nge-hotspot di Gaston-net. Padahal, setelah nongkrong dan menghabiskan bbrp batang bengbeng dan sosis ayam siap santap kesukaannya, ia akan bosan, ngantuk, dan nggrecoki. Kadang-kadang sih ia bisa melunak kembali setelah dibujuk dengan disearchingkan gambar2 kartun atau binatang2. Tapi kadang juga gak mempan. Apalagi di sore ini, hujan deras, ia sudah kucek2 mata berkali2, dan sempoyongan. Hem, mungkin diudahi dulu kali ya, online kali ni.
Cobi-cobi googling dengan keyword “mendengar aku manasin motor” sebagai testcase untuk posting yang ini, ternyata ketemu beberapa blog yang menarik sbb:
- blognya tigin
Isinya tentang seorang anak yang sabar menunggu bapaknya manasin motor; mereka berdua hendak jalan-jalan melihat rumah hantu.
- forum ini
Sharing tentang apa yang dilakukan pas gempa Jogja, tahun 2006 lalu. Ada seorang yang bercerita kalok gempa terjadi setelah ia manasin motor, lalu masuk rumah lagi…
- blog friendster ini
Sebuah kisah dongeng ttg princess ngehe dan pangeran laba-laba-, tapi yang dipanasin bukan motor, melainkan kuda…hehe, lhawong pangeran…jadoel….
- Coretan bunda
Tentang anak kecil yang hobi otomotif, maksudnya, suka diajak jalan2 pake motor…hehe
Itu deh sekilas blog-blog ato web yang memakai keyword manasin motor. Unik….dan kebetulan beberapa berkaitan dengan anak kecil…
Gara-gara pagi2 bangun, mendengar aku manasin motor, Nayla nangis mau ikut. “Mau ke mana (a)Bah?” tanyanya, masih belepotan iler kering (hehe). “Mau cari informasi”, jawabku, mencoba menutupi rencana asli. Sebab, kalo bilang ke internet, dia pasti pengen ikut. “Gak usah ikut ya?” susulku mencoba membuatnya keder. “Ikut”, katanya singkat, tak peduli aku mau kemana. Yeah, karena sedikit kasihan, akhirnya kubolehkan ia ikut. “Tapi jangan rewel ya…” putusku. Dan singkat kata, ia akhirnya hanya terbengong-bengong di kursi sebelah, ketika abahnya sedang ketik2. Hehe, gimana lagi, salahnya nekad ikut, gak bawa mainan lagi (tadi pas nyampe ia mau kukasih polpen sama kertas, biar dia bisa nulis2, sayangnya tuh bolpoin tiba2 gak ada di tas)….
Bro ajisaka, ksatria pertama umurnya 8 bulan ya? Anak keduaku juga seumur segitu, hehe, jadi pengen memajang montase kayak gitu. Tapi sayangnya foto2nya gak tau umur berapa. Lhawong yang moto juga kakak perempuannya, ia umur 3,5 tahun, tapi maniak memfoto2 pake hp bundanya. Btw, mengenai tanggal kan bisa dilihat metadatanya, seperti metode “andalannya” roy suryo, hehe…Oks, salam kenal, dan semoga semua tetap sehat selalu….